Total Tayangan Halaman

Senin, 03 November 2008

terimakasih

sederhana
aku hanya ingin bersyukur
atas semua dekapan dan kasih sayang
yang telah, sedang, dan akan kau berikan

terimakasih
selalu memberiku yang terbaik
teman,kejadian, dan segala peristiwa
terimakasih
terimakasihku yang tiada henti-hentinya
ya semoga…


Rabu, 11 Januari 2006

makan malam di jakarta

di sini dingin,
tawa-tawa
berbalut luka,
suka tidak suka urusan uang belaka

di sini panas
wajah-wajah
beringas
hasrat-hasrat
semakin mengganas

ah angin
katakan bahasa rindu ini
rindu pada wajah ceria
bahasa manja

ingin terbang segera
sepuasku memandang indahnya
bercanda ria bersamamu

Selasa, 17 Januari 2006

goreskan apa saja….

tak ada gambar
tak ada suara
kosong belaka
apa yang harus ku reka?

"tuliskan apa saja
aku selalu menerima"
begitulah tafsirku akhirnya…


Kamis, 16 Februari 2006

catatan untuk teman jauh

jika gelap harus menjadi sabda untuk membongkar segala yang semu, itu kulihat dalam tulisan-tulisanmu.

kejujuran atau mungkin tepatnya kemarahan dan kekecewaan yang diungkapkan dalam tulismu seringkali menohok lembutku dalam melihat realita yang ada. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang tidak seindah dunia yang kutemukan dan kubayangkan. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang menabrak segala yang mungkin oleh orang lain dianggap ‘tabu’. Ah padahal ‘tabu’ sendiripun hanyalah sebuah kesepakatan yang kadang mengekang.

mungkin kau begitu perkasa mengunggkap segala yang tabu dengan membuka berlapis-lapis topeng yang dikenakan oleh mereka yang berjubah kesucian kemunafikan. tapi aku menangkap duniamu yang sepi, duniamu yang menanti…kau sendiri ragu…

entah benar atau tidak, tapi aku menangkap itu…

dan kuberdoa semoga ‘guru’mu menghiburmu. "rasa bersalah kita" di dunia ini semoga menjadikan bajik mau menghampiri kita suatu saat nanti, atau mungkin saja ia telah mampir dalam rupa yang telah kita anggap sebagai ‘borok’ dan ‘najis’. mungkin saja rupa itu menyadarkan bahwa begitu lemah dan kotornya kita. ya semoga, kita betul selalu dalam pelukan Sang Guru yang terus tersenyum melihat gundah kita, yang dengan penuh Kasih SayangNya menarik kita dalam lautan rahasia yang penuh bunga-bunga.


Selasa, 7 Maret 2006

di satu titik waktu

di satu titik waktu
aku berhenti
bingung
meneruskan inginku
atau
menyerah dalam rasa syukur

tapi aku bertanya
betulkah pasrahku adalah syukurku?
aku bertanya
dan terus bertanya

tidak
itu bukan inginku
dan bisakah syukurku muncul dari keterpaksaanku?
tidak

belum pasti memang
tapi aku harus berani
pada jujur hati
dan jangan mundur lagi
nyatanya inginku adalah kamu
"kun fa yakun"
terjadi
maka terjadilah…
amin.


senin, 20 agustus 2006

di suatu sunyi

anakku
kau telah belajar
arti absurditas
arti kefanaan
arti kekosongan

anakku
kau telah mendefinisikan
arti keterasingan
arti kehausan
arti kekeringan

anakku
kau telah mengenal
arti penasaran

dan anakku
kau telah
melalui seribu jalan

mengapa kau masih ragu?
yang kau perlukan
hanyalah mengosongkan
gelas keinginanmu

dan biarkan
ia terisi saripati murni
dalam setiap anugrah ilahi
yang terkirim untukmu
dan kaupun tahu
itu adalah selalu yang terbaik untukmu

anakku
kau telah belajar mengenal
arti kehakikian
arti keindahan
wajah-wajah kedamaian

tapi mengapa kau tetap
memaksakan inginmu?

anakku
masihkah kau ingat
apa yang dulu terucap
dari lidah tulusmu
"harap kepada selainNya
selalu melahirkan kecewa"

anakku
bila cahaya betul
menerangimu
seperti langit biru..
beribu bintang lebur menyatu
kemudian
kosong menjadi keindahan

anakku
kau masih mendengarkan?

26-08-2006

Untuk Kekasih

jalan-jalan yang kulalui kemarin
telah lenyap dalam kabut hitam
tanpa dirimu
segala tawa adalah kehampaan

di depan cermin
kulihat rupa di depanku
senyum itu aneh
begitupun tawa itu

kata-kata yg sering kau ulang
yang berdaya magis itupun telah hilang
kekosongan dan kebingungan saja
yang masih tersisa
ditambah sedikit tanya retorika

maka kekasih
sungguh aku tak sanggup berpisah
aku sungguh butuh dekat denganmu
butuh berbincang denganmu
maafkan segala lancangku
maafkan segala angkuhku
dan dalam hening yang tercipta
ku ingin kau kembali membelaiku
dalam lautan cinta yang penuh rahasia

kekasih
sekali lagi
maafkan aku…
maafkan segala dustaku
dusta dalam pengakuan lidah
atas nama cinta…


Sabtu, 9 Desember 2006