Total Tayangan Halaman

Senin, 03 November 2008

01092005

ada ribuan perasaan yang ingin mampir di hati ini. ada berbagai gejolak mengajakku tuk arungi samudra, mungkin!

kebisuanku mulai terusik dengan mimpi-mimpi. sesuatu terus menarikku mengajak nikmati lena yang betul membiusku. aku hampir kehilangan bentuk. rasa keyakinan yang semenjak dulu aku pupuk sedikit demi sedikit mengalami kelunturan. bayang kecilku menyapa, ingatkan aku akan suatu asa. jangan terlena, bangunlah kembali keyakinanmu.

baiklah wahai Tuhanku yang asaku hanya bergantung kepadaMu. aku ingin cinta ini hanya untukMu. aku tak ingin berbagi dengan yang lain. ku coba memupuk kembali keyakinanku.

aku ingin arungi keindahan yang hakiki yang tak akan mati oleh kenisbian waktu. aku ingin senantiasa reguk anggur kedamianMu. tapi saat ini kejujuranku ingin mengatakan sesuatu, bahwa nafsu ini atau mungkin ‘apa’ ajak hatiku tuk mengundang seseorang. hati ini menangkap pancaran keindahan atau mungkin kemunafikan, yang jelas nafsu ini begitu hanyut dan senantiasa mengajakku untuk memikirkannya selalu.

terimakasih ya Allah, Engkau telah memberikan rasa ini. semoga ketulusannya hanya karenaMu. Amin.


Kamis, 01 Sep 2005

Bunda...!

bunda doamu
adalah pijakku dalam
melompat dan melangkah

bunda aku tak tahu
harus dengan apa berbakti padamu
yang jelas kau senantiasa
mengharap baik untukku

bunda
aku tahu kau menangis sedih
melihatku berada jauh darimu

bunda
kerasmu membuatku
selalu berdoa untuk kebaikanmu

bunda
aku mungkin tak sebaik yang kau kira
tapi percayalah bunda
sungguh aku ingin membuatmu bahagia

bunda
jangan kau kutuk aku
karena dosaku
bunda maafkan senantiasa akan
sgala salah dan lancangku
sungguh disaat aku membantahmu
bukan berarti aku melawanmu
tapi aku hanya terbawa emosiku

bunda
wangi surga semoga
meyertaimu senantiasa

bunda semoga damai selalu
bersamamu

bunda semoga curahan kasih sayangNya
selalu menjagamu dari resah dan gelisah

bunda kembangkan senyummu
biar aku pun bisa tersenyum

dari aku
anakmu yang mencoba berbakti dari
jauh

depok, 22 Oktober 2004

biarlah...

aku baca cerita
aku baca senja
aku baca diamnya
nyatanya
aku masih menunggunya
membuka kata



selasa, 20 september 2005

terimakasih

sederhana
aku hanya ingin bersyukur
atas semua dekapan dan kasih sayang
yang telah, sedang, dan akan kau berikan

terimakasih
selalu memberiku yang terbaik
teman,kejadian, dan segala peristiwa
terimakasih
terimakasihku yang tiada henti-hentinya
ya semoga…


Rabu, 11 Januari 2006

makan malam di jakarta

di sini dingin,
tawa-tawa
berbalut luka,
suka tidak suka urusan uang belaka

di sini panas
wajah-wajah
beringas
hasrat-hasrat
semakin mengganas

ah angin
katakan bahasa rindu ini
rindu pada wajah ceria
bahasa manja

ingin terbang segera
sepuasku memandang indahnya
bercanda ria bersamamu

Selasa, 17 Januari 2006

goreskan apa saja….

tak ada gambar
tak ada suara
kosong belaka
apa yang harus ku reka?

"tuliskan apa saja
aku selalu menerima"
begitulah tafsirku akhirnya…


Kamis, 16 Februari 2006

catatan untuk teman jauh

jika gelap harus menjadi sabda untuk membongkar segala yang semu, itu kulihat dalam tulisan-tulisanmu.

kejujuran atau mungkin tepatnya kemarahan dan kekecewaan yang diungkapkan dalam tulismu seringkali menohok lembutku dalam melihat realita yang ada. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang tidak seindah dunia yang kutemukan dan kubayangkan. bahwa ada suatu dunia di luar sana…yang menabrak segala yang mungkin oleh orang lain dianggap ‘tabu’. Ah padahal ‘tabu’ sendiripun hanyalah sebuah kesepakatan yang kadang mengekang.

mungkin kau begitu perkasa mengunggkap segala yang tabu dengan membuka berlapis-lapis topeng yang dikenakan oleh mereka yang berjubah kesucian kemunafikan. tapi aku menangkap duniamu yang sepi, duniamu yang menanti…kau sendiri ragu…

entah benar atau tidak, tapi aku menangkap itu…

dan kuberdoa semoga ‘guru’mu menghiburmu. "rasa bersalah kita" di dunia ini semoga menjadikan bajik mau menghampiri kita suatu saat nanti, atau mungkin saja ia telah mampir dalam rupa yang telah kita anggap sebagai ‘borok’ dan ‘najis’. mungkin saja rupa itu menyadarkan bahwa begitu lemah dan kotornya kita. ya semoga, kita betul selalu dalam pelukan Sang Guru yang terus tersenyum melihat gundah kita, yang dengan penuh Kasih SayangNya menarik kita dalam lautan rahasia yang penuh bunga-bunga.


Selasa, 7 Maret 2006