Total Tayangan Halaman
Kamis, 11 November 2010
Terimakasih :)
Terimakasih kepada teman-teman yang telah menyumbangkan sebagian dananya untuk pembangunan madrasah di kampung, insya Allah akan membawa keberkahan bagi temen-temen :) 'Yang kamu miliki adalah apa yang kamu berikan sedangkan apa yang kamu tahan akan lenyap dan hilang...'
Senin, 08 November 2010
Amerika Serikat dan Islam Moderat
Oleh Ridho Imawan Hanafi
Rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia pada 9-10 November 2010 semestinya dijadikan momentum untuk meneguhkan persepsi Barat lebih khusus Amerika Serikat bahwa Islam tidak tunggal akan varian-varian. Islam seperti yang dipahami mayoritas pemeluknya di Indonesia merupakan Islam moderat yang bisa menjadi mitra dialog dengan Barat. Bagi Barat, model pemahaman Islam yang moderat seperti Indonesia memang bisa jadi masih dianggap wajah "Islam pinggiran" yang belum mampu mengubah wajah dunia Islam sepenuhnya.
Akibatnya, wajah moderat tidak menjadi arus utama dalam perspektif Barat dalam kebijakan-kebijakannya terhadap dunia Islam. Padahal, wajah moderat Islam bisa menjadi pintu pembuka bagi upaya dialog Islam dan Barat yang kerap buntu. Saat ini, Amerika Serikat melalui kepemimpinan Obama berkomitmen kuat terhadap dialog Islam dan Barat. Upaya Obama untuk memperbaiki hubungan Barat dan Islam ditunjukkannya saat pidato di Universitas Kairo, Mesir, ketika berkunjung di Timur Tengah, Juni 2009. Dalam pidato yang diawali ucapan salam "Assalamualaikum" itu, Obama menyiratkan pesan kuat akan pentingnya babak baru hubungan dunia Barat dan Islam.
Obama juga menekankan makna toleransi, kebebasan beragama, perdamaian, dan pemahaman bersama, untuk keluar dari jeratan ketegangan dan saling kecurigaan yang selama ini menyekap Barat dan Islam. Menariknya, Obama sempat menyebut Indonesia sebagai negara --tempat ia pernah tinggal-- yang toleransi dan kebebasan beragama dijalankan. Citra tentang Islam yang ditangkap Obama adalah Islam Indonesia yang moderat dan penuh toleransi.
Selama ini, pemahaman dunia akan Islam dengan Barat cukup timpang. Ketimpangan serta merta juga ikut menghasilkan poin-poin kebijakan dunia yang kerap tidak seimbang. Barat acap memandang bahwa dunia Islam tidak lebih dari Islam versi Timur Tengah an sich. Sebagai akar historis kelahiran Islam, Timur Tengah lalu digambarkan sebagai Islam yang original dimana teologi dan doktrin mulai dikembangkan. Ironisnya, Barat rupanya lebih tertarik menangkap Islam dan Timur Tengah dengan gambaran dunia yang dipenuhi konflik dan kekerasan. Pandangan ini bisa menimbulkan ekses salah kaprah. Sebagaimana realitas yang ada, Islam memang lahir dari rahim Timur Tengah, tetapi dalam kenyataannya Islam dapat berkembang secara subur dan damai di kawasan lain seperti Indonesia.
Citra buram tentang Islam dari Barat jauh hari memang sudah diingatkan Edward Said, bahwa Barat melihat Islam sebagai the other, "sesuatu yang lain". Said dalam studi orientalismenya mengatakan, Barat menciptakan Timur sebagai "yang lain", yang berbeda dari dirinya (Barat). Orientalisme dalam hal ini berguna sebagai disiplin wacana memperkenalkan cara mengetahui tentang Islam. Latar belakang tumbuhnya orientalisme didorong oleh kebutuhan negara-negara Barat untuk memahami Islam dan masyarakatnya. Parahnya, tak jarang kebutuhan tersebut juga diiringi upaya Barat melakukan penundukan pada the other.
Dari sinilah kerja wacana tentang suramnya Islam dimulai. Dengan menganggap sebagai "sesuatu yang lain" Islam sering ditafsirkan sesuai selera Barat. Peristiwa-peristiwa kekerasan yang membawa korban masyarakat Barat dan secara kebetulan pelakunya memiliki ras genetik Timur Tengah, dengan mudah lalu dikatakan sebagai akibat legitimasi dari doktrin Islam. Akibatnya, Islam pun kian dekat dengan stereotip fundamentalis. Suatu istilah yang mudah dilekatkan bagi orang-orang Islam yang kerap melegalkan kekerasan sebagai jalan pencapaian kehendak teologisnya. Meskipun penggunaan terminologi fundamentalis itu masih membingungkan, penuh kecurigaan, tetapi yang terjadi, kata fundamentalis rupanya lebih ditujukan arahnya kepada Islam.
Fundamentalis Islam pada akhirnya sebagai gambaran umum melukiskan kelompok yang gemar melakukan kekerasan dan teror. Menurut Naharong (2005), pada tataran tertentu kelompok ini dianggap sebagai tempat persemaian (breeding ground) bagi terorisme internasional. Oleh karena itu, tidak heran kalau mayoritas masyarakat di Barat menganggap semua fundamentalis Islam itu radikal dan ekstrem. Dari sini tidaklah sukar bagi mereka untuk menyimpulkan bahwa semua orang yang Islam adalah radikal, yang tidak segan menggunakan cara-cara teroris untuk mencapai tujuannya. Islam pada akhirnya menjadi hantu yang menakutkan bagi orang Barat. Kata-kata seperti "ancaman Islam" atau "bahaya hijau" pun membayang dalam alam pikir orang Barat.
Bayangan ini menuai kenyataan saat terjadinya peristiwa 11 September 2001. Seperti yang dicatat Baso (2005), Islam pasca 11 September semuanya mengarah ke dalam satu warna, serbatunggal, tergantung pada desainer pengetahuan di seberang sana. Dalam logika ini, Islam dipersepsikan secara monolitik sebagai fundamentalis, anti-Barat, dan hatred of Americans. Singkatnya, either you`re with us or against us! Padahal, Islam tidaklah tunggal akan versi. Salah satunya adalah mayoritas Islam di Indonesia. Islam Indonesia bahkan telah menunjukkan kepada dunia telah berhasil menyelenggarakan proses demokrasi dengan penuh keterbukaan. Bahkan majalah The Economist suatu waktu pernah menganalogikan Indonesia sebagai shining example (contoh yang berkilau) akan demokrasi.
Dalam Islam moderat terkandung prinsip untuk lebih mengedepankan toleransi keberagamaan. Orientasi perjuangan Islam moderat bukanlah pada sistem melainkan pada substansi dan makna. Pada derajat tertentu, moderatisme Islam lebih menggulirkan isu-isu Islam yang progresif, toleran antarsesama, kompromi dengan budaya lokal, demokrasi, menghormati hak-hak perempuan, kebebasan berpikir, dan bisa menjalin kerja sama dengan Barat. Pendekatan yang ditempuh lebih mengarah pada cara-cara dialogis ketimbang kekerasan. Oleh karena itu, kunjungan Obama ke Indonesia harus digunakan sebagai media kampanye pada dunia internasional sehingga wajah Islam yang moderat seperti yang ditunjukkan Indonesia bisa menjadi kutub dalam kanvas dunia Islam.***
Penulis, peneliti Soegeng Sarjadi Syndicate Jakarta.
Rabu, 03 November 2010
Kita adalah cermin-cermin Tuhan
Dalam sebuah kata yang indah dan kaya makna, Jalaluddin Rumi dalam Fihi Ma Fihi mengatakan "Segala yang paling awal di fikiran adalah akhir ketika menjadi perbuatan". Ide adalah yg menggerakkan langkah kita dalam membuat sesuatu menjadi maujud. Bentuk real ide akan menjadi akhir dari sebuah proses kreasi dan usaha kita. Ide kita yang sederhana "saya ingin memiliki rumah" pada proses kreatifnya lumayan panjang. Jika proses ingin memiliki rumah itu ingin kita wujudkan dengan prosesi 'membagun rumah' maka serangkaian proses kreatif kita muncul, dari mulai pengumpulan dana, pengumpulan bahan, perekrutan tukang, proses pembangunan dan pengasawannya. Setelah sekian proses kreatif tersebut terangkai dalam rangkaian waktu dan usaha maka akhirnya maujudlah rumah tersebut, dan saat itulah baru ide "saya ingin memiliki rumah" menjadi nyata. Ia yang paling awal difikiran (ide) adalah akhir ketika menjadi perbuatan, indah sekali.
Allah Swt, Tuhan Yang Maha Indah, Maha Sempurna melihat diriNya begitu Indah dan Sempurna. Tapi Keindahan dan KesempurnaanNya itu tidak dikenali oleh selainNya. Maka Allah menginingkan agar Keindahan dan Kesempurnaan itu dikenali oleh selainNya. Tuhanpun beride menciptakan sesuatu makhluk yang bisa menjadi 'cermin' bagi diriNya. Makhluk tersebut harus mewarisi sebagain sifat-sifatNya. Ia Mencipta, makhluk tersebut harus bisa mencipta. Ia Merusak, makhluk tersebutpun bisa merusak. Ia bebas berkehendak maka makhluk itu pun juga harus bebas berkehendak. Katakanlah makhluk yang masih menjadi ide ini akan disebut 'manusia'. Manusia yang masih dalam tataran konsep.
Untuk mewujudkan ide 'manusia' maka Tuhanpun menciptakan sarana-sarana yang akan mendukung semua fungsionalitas 'manusia' dan 'kemanusiaan'. Dalam kontruksi Teologis disebutkan bahwa Tuhan pertama kali menciptakan qalam (ilmu pengetahuan). Sehingga surat yang pertama kali turun dalam Al-Quran pun diberi nama surat Al-Qalam. Ia menjadi pondasi dasar dari 'manusia' dan 'kemanusiaan'. Pondasi dasar dari proses kreasi dan kreatif manusia.
Setelah qalam tercipta, Tuhan pun menciptakan hal-hal lain yang akan menjadi fasilitas manusia. Tuhan menciptakan langit dan bumi, Tuhan menciptakan para malaikat dan Iblis, Tuhan menciptakan surga dan neraka, dan Tuhan terus mencipta alam semesta dan lain sebagainya. Terminologi bible menyebut bahwa proses penciptaan itu terjadi dalam enam hari dan manusia (Adam As) tercipta pada hari ke-6, hari 'terakhir' dalam proses mencipta itu. Sementara terminologi Alquran menyebutkan proses kreatif penciptaan alam semesta ini dalam enam masa.
Sebelum manusia pertama (Adam) tercipta. Tuhan telah menciptakan makhluk-makhluk yang begitu dekat dengan diriNya. Diantaranya adalah malaikat dan iblis. Dalam sebuah hadits qudsi, ketika Tuhan telah menciptakan Surga, Tuhan menyuruh salah satu malaikatNya untuk memberi penilaian tentang surga tersebut. Ketika itu sang malaikat berkata bahwa orang yang melihatnya pasti akan menginginkan untuk memasuki dan berdiam diri di dalamnya. Kemudian Tuhan melakukan perubahan terhadap surga tersebut, kemudian disuruhnya sang malaikat untuk melihatnya kembali. Setelah melihat surga untuk kedua kalinya sang malaikat berkomentar "aku khawatir tak seorangpun dapat memasukinya". Kemudian Tuhan meciptakan neraka dan menyuruh sang malaikat untuk melihatnya. Setelah melihatnya, sang malaikat berkata ia yakin tak seorangpun yang mau memasukinya. Kemudian Tuhan menghias neraka dengan berbagai kesenangan, sang malaikat kembali menengoknya dan akhirnya berkomentar ia khawatir tak ada seorang pun yang bisa luput darinya (neraka).
Komunikasi Tuhan dengan makhluk ciptaanNya telah menjadi hal yang biasa karena salah satu sifat Tuhan adalah Al-Kalam (Ia berkomunikasi dengan selain diriNya). Sebagaimana kita yang sering menceritakan keinginan dan cita-cita kita kepada teman dekat atau orang yang kita percayai, Tuhan pun bercerita tentang rencanaNya terhadap bumi (al-ard). Bahwa di bumi yang begitu indah dan penuh pesona dengan segala keanekaragaman di dalamnya, nanti Tuhan akan menciptakan wakilNya - dalam terminologi Al-Quran disebut khalifah.
Tuhanpun menggambarkan sifat-sifat khalifahNya untuk bumi itu. Berbagai macam sifat baik disebutkan, bahwa makhluk tersebut biasa berkreasi dalam proses penciptaan, bisa bebas berkehendak, bisa saling welas asih dan penuh cinta kepada sesamanya, bisa saling tolong menolong dan segudang sifat baik lainnya. Tuhan pun menceritakan bahwa selain sifat-sifat baik yang ada pada makhluk tersebut, makhluk tersebut juga bisa terjerumus dalam kehancuran karena kebebasan yang diberikan kepadanya dapat membawanya dalam membuat kerusakan dan saling menumpahkan darah dengan sesamanya.
Mendengar gambaran Tuhan tentang makhluk baru tersebut, malaikat tertegun dan bingung. Para malaikat melihat diri mereka begitu dekat dan taat kepada Tuhan, tidak pernah membantah dan selalu bertasbih dan memuji Tuhan. Malaikat tidak menjumpai kekurangan pada diri mereka. Sedangkan makhluk baru yang akan menjadi khalifah ini selain memiliki potensi kebaikan ia juga memiliki potensi-potensi keburukan. Malaikat menganggap mereka lebih baik dibandingkan makhluk yang baru dalam tataran konsep itu. Mereka merasa merekalah yang seharusnya diberi amanat untuk menjadi khalifatNya di muka bumi itu. Akhirnya para malaikat melakukan protes massal kepada Tuhan, peristiwa ini jelas terekam dalah Al-Quran dalam Surat Al-Baqarah Ayat 30 berikut :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:30)
Tuhan Maha Mengetahui pesan tersembunyi para malaikat tersebut. Para malaikat sebenarnya ingin meminta sebaiknya tugas kekahlifahan itu diserahkan kepada mereka karena merasa bahwa mereka lebih baik dari makhluk baru tersebut. Anggapan mereka itu salah, sesungguhnya makhluk baru tersebut adalah ide dasar seluruh penciptaan dan lebih baik dari seluruh alam (termasuk para malaikat di dalamnya). Dalam suatu hadits qudsi Tuhan pernah berfirman bahwa satu jiwa manusia di sisi Tuhan lebih berharga dibandingkan dengan seluruh alam dan isinya.
Ketika seluruh sarana untuk 'manusia' sudah tercipta maka Tuhan mewujudkan Ide DasarNya. Ia ciptakan manusia dari segumpal tanah karena manusia akan hidup, mati dan dibangkitkan dari tanah. Terciptalah Adam, manusia pertama. Kemudian Tuhan pun mengajari Adam dengan Al-Qalam. Baca surat Al-Qalam ayat 1 sampai 5. Tuhan mengajari Adam untuk mendefinisikan sesuatu, Ia mengajari Adam untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam raya. Dalam terminologi Al-Quran Tuhan mengajari Adam 'nama-nama seluruhnya'. Setelahnya, Tuhan mengadu Adam dengan para malaikat. Manusia yang dianggap oleh para malaikat makhluk yang lebih rendah dibandingkan mereka kenyataannya lebih baik. Berikut gambaran Al-Quran tentang peristiwa tersebut :
Supaya manusia tetap di rel tujuan penciptaan - menjadi cermin Tuhan, manusia butuh untuk senantiasa meneladani sifat-sifat Tuhan. Manusia butuh untuk senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan. Untuk itu Tuhan mengajarkan cara-cara berkomunikasi dengan Tuhan melalui para nabi dan rasulNya. Dan terciptalah konsepsi ibadah. Kalau memang kita renungkan, konsepsi ibadah senantiasa akan berujung dalam penaladanan akhlak-akhak Tuhan.
Konsepsi syahadah (kesaksian) adalah pondasi kita dalam mengakui kebesaran Tuhan yang telah menciptakan seluruh semesta dan isinya untuk kita. "Alastu birobbikum" - bukankan Aku ini Rabbmu? kata rabb meliputi makna pemelihara, pencipta, pendidik, pengayom dan lain sebagainya. Dan kita mengakuinya "Bala Syahidna" - betul kami bersaksi.
Konsepsi sholat adalah pengakuan kita untuk senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan. Sholat adalah bentuk penyerahan diri kita yang serba keterbatasan dihadapan yang Tak Terbatas dan menegaskan komitmen kita untuk senantiasa berada dalam hakikat penciptaan (menjadi cermin Tuhan). Di dalam sholat kita diajari Tuhan untuk senantiasa berkata "Sesungguhnya segala doaku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Tuhan semesta Alam - menyebarkan sifat-sifat Tuhan - menjadi cermin Tuhan".
Setelah berkomunikasi dengan Tuhan melalui sholat, kita di tuntut untuk merealisasikan pengakuan kita dalam bentuk zakat. Tuhan yang serba berada dalam kecukupan dan keberlimpahan yang tak berhingga, Maha Kaya lagi Maha Terpuji senantiasa mengasihi hambaNya dengan melimpahkan segala rizki kepada hamba-hambaNya. Teladani Aku dalam memberi melalui zakat. Kurang lebih begitulah pesan Tuhan. Berilah mereka yang kekurangan. "Temui Aku di tempat-tempat kelaparan dan kedinginan".
Melalui konsepsi puasa, kita meneladani sifat-sifat Tuhan yang lain, yang tidak makan dan tidak minum, sembari mengasah kita merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan supaya kita lebih peduli terhadap mereka yang lapar dan kehausan.
Akhirnya konsepsi haji menyatukan kita dalam kebersamaan tanpa membedakan asal-asul dan kelas-kelas sosial yang kita definisikan sendiri dalam hidup. Dalam haji kita menyadari, semua sama di mata Tuhan. Tidak hitam tidak putih, tidak kaya tidak miskin kita semua berjuang menggapai ridhoNya. Kita berjuang untuk menggapai ridhoNya. Haji adalah miniatur kecil hidup kita, datang ke bumi (lahir) yand direpresentasikan dalam ihram dan thawaf kita. Berjuang dalam hidup nyata, seperti perjuangan Hajar yang penuh kesungguhan untuk memberi minum Ismail kecil, representasi shafah dan marwah kita. Bermasyarakat, seperti kumpulnya kita bersama dalam suatu tempat yang disebut arafah dalam prosesi wukuf kita. Menghadapi perjuangan dan godaan dari kita dan dari luar kita, seperti representasi "balang jumroh" untuk membuang sikap jelek kita, menganggap syetan sebagai musuh nyata di akhiri dengan proses tahalul (mencukur rambut) kita sebagai penanda bahwa pada akhirnya kita semua akan meninggal dan akan kembali kepadaNya.
Dalam terminologi Islam, ibadah kita yang bersifat ritual harus berimbas kepada sifat sosial kita. Alquran menyebutkan "shalat harus dapat mencegah perbuatan keji dan munkar". Segala ibadah ritual selain sholat jika kita tidak bisa melakukannya bisa diganti dengan ibadah sosial (contohnya puasa dengan fidyah). Tapi tidak sebaliknya, segala prilakus sosial kita yang buruk tidak bisa kita hapuskan dengan ibadah sebelum kita minta maaf kepada orang yang kita telah bersikap buruk kepadanya. Jelas sekali, akhlak adalah tolak ukur Islam. "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak" itulah kata Nabi Muhammad Saw. Pondasi muslim terdiri dari Iman-Islam dan Ihsan. Iman adalah teorinay, Tauhid kita kepada Tuhan adalah wujudnya. Islam teorinya, Syariat yang kita lakukan sehari-hari adalah wujudnya. Ihsan teorinya, akhlak kita dalam bertindak adalah wujud nyatanya.
Allah adalah Maha Sempurna, tidak membutuhkan apapun dari hambaNya. Tuhan tidak butuh sholat kita, tidak butuh puasa kita, tidak butuh zakat kita, tidak butuh haji kita kitalah yang butuh itu semua untuk bisa meneladai sifat-sifat Tuhan karena kita tercipta untuk menjadi cermin Tuhan. Gambaran itu terekam dalam hadits qudsi berikut :
Allah Swt, Tuhan Yang Maha Indah, Maha Sempurna melihat diriNya begitu Indah dan Sempurna. Tapi Keindahan dan KesempurnaanNya itu tidak dikenali oleh selainNya. Maka Allah menginingkan agar Keindahan dan Kesempurnaan itu dikenali oleh selainNya. Tuhanpun beride menciptakan sesuatu makhluk yang bisa menjadi 'cermin' bagi diriNya. Makhluk tersebut harus mewarisi sebagain sifat-sifatNya. Ia Mencipta, makhluk tersebut harus bisa mencipta. Ia Merusak, makhluk tersebutpun bisa merusak. Ia bebas berkehendak maka makhluk itu pun juga harus bebas berkehendak. Katakanlah makhluk yang masih menjadi ide ini akan disebut 'manusia'. Manusia yang masih dalam tataran konsep.
Untuk mewujudkan ide 'manusia' maka Tuhanpun menciptakan sarana-sarana yang akan mendukung semua fungsionalitas 'manusia' dan 'kemanusiaan'. Dalam kontruksi Teologis disebutkan bahwa Tuhan pertama kali menciptakan qalam (ilmu pengetahuan). Sehingga surat yang pertama kali turun dalam Al-Quran pun diberi nama surat Al-Qalam. Ia menjadi pondasi dasar dari 'manusia' dan 'kemanusiaan'. Pondasi dasar dari proses kreasi dan kreatif manusia.
Setelah qalam tercipta, Tuhan pun menciptakan hal-hal lain yang akan menjadi fasilitas manusia. Tuhan menciptakan langit dan bumi, Tuhan menciptakan para malaikat dan Iblis, Tuhan menciptakan surga dan neraka, dan Tuhan terus mencipta alam semesta dan lain sebagainya. Terminologi bible menyebut bahwa proses penciptaan itu terjadi dalam enam hari dan manusia (Adam As) tercipta pada hari ke-6, hari 'terakhir' dalam proses mencipta itu. Sementara terminologi Alquran menyebutkan proses kreatif penciptaan alam semesta ini dalam enam masa.
Sebelum manusia pertama (Adam) tercipta. Tuhan telah menciptakan makhluk-makhluk yang begitu dekat dengan diriNya. Diantaranya adalah malaikat dan iblis. Dalam sebuah hadits qudsi, ketika Tuhan telah menciptakan Surga, Tuhan menyuruh salah satu malaikatNya untuk memberi penilaian tentang surga tersebut. Ketika itu sang malaikat berkata bahwa orang yang melihatnya pasti akan menginginkan untuk memasuki dan berdiam diri di dalamnya. Kemudian Tuhan melakukan perubahan terhadap surga tersebut, kemudian disuruhnya sang malaikat untuk melihatnya kembali. Setelah melihat surga untuk kedua kalinya sang malaikat berkomentar "aku khawatir tak seorangpun dapat memasukinya". Kemudian Tuhan meciptakan neraka dan menyuruh sang malaikat untuk melihatnya. Setelah melihatnya, sang malaikat berkata ia yakin tak seorangpun yang mau memasukinya. Kemudian Tuhan menghias neraka dengan berbagai kesenangan, sang malaikat kembali menengoknya dan akhirnya berkomentar ia khawatir tak ada seorang pun yang bisa luput darinya (neraka).
Komunikasi Tuhan dengan makhluk ciptaanNya telah menjadi hal yang biasa karena salah satu sifat Tuhan adalah Al-Kalam (Ia berkomunikasi dengan selain diriNya). Sebagaimana kita yang sering menceritakan keinginan dan cita-cita kita kepada teman dekat atau orang yang kita percayai, Tuhan pun bercerita tentang rencanaNya terhadap bumi (al-ard). Bahwa di bumi yang begitu indah dan penuh pesona dengan segala keanekaragaman di dalamnya, nanti Tuhan akan menciptakan wakilNya - dalam terminologi Al-Quran disebut khalifah.
Tuhanpun menggambarkan sifat-sifat khalifahNya untuk bumi itu. Berbagai macam sifat baik disebutkan, bahwa makhluk tersebut biasa berkreasi dalam proses penciptaan, bisa bebas berkehendak, bisa saling welas asih dan penuh cinta kepada sesamanya, bisa saling tolong menolong dan segudang sifat baik lainnya. Tuhan pun menceritakan bahwa selain sifat-sifat baik yang ada pada makhluk tersebut, makhluk tersebut juga bisa terjerumus dalam kehancuran karena kebebasan yang diberikan kepadanya dapat membawanya dalam membuat kerusakan dan saling menumpahkan darah dengan sesamanya.
Mendengar gambaran Tuhan tentang makhluk baru tersebut, malaikat tertegun dan bingung. Para malaikat melihat diri mereka begitu dekat dan taat kepada Tuhan, tidak pernah membantah dan selalu bertasbih dan memuji Tuhan. Malaikat tidak menjumpai kekurangan pada diri mereka. Sedangkan makhluk baru yang akan menjadi khalifah ini selain memiliki potensi kebaikan ia juga memiliki potensi-potensi keburukan. Malaikat menganggap mereka lebih baik dibandingkan makhluk yang baru dalam tataran konsep itu. Mereka merasa merekalah yang seharusnya diberi amanat untuk menjadi khalifatNya di muka bumi itu. Akhirnya para malaikat melakukan protes massal kepada Tuhan, peristiwa ini jelas terekam dalah Al-Quran dalam Surat Al-Baqarah Ayat 30 berikut :
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui. (QS. 2:30)
Tuhan Maha Mengetahui pesan tersembunyi para malaikat tersebut. Para malaikat sebenarnya ingin meminta sebaiknya tugas kekahlifahan itu diserahkan kepada mereka karena merasa bahwa mereka lebih baik dari makhluk baru tersebut. Anggapan mereka itu salah, sesungguhnya makhluk baru tersebut adalah ide dasar seluruh penciptaan dan lebih baik dari seluruh alam (termasuk para malaikat di dalamnya). Dalam suatu hadits qudsi Tuhan pernah berfirman bahwa satu jiwa manusia di sisi Tuhan lebih berharga dibandingkan dengan seluruh alam dan isinya.
Ketika seluruh sarana untuk 'manusia' sudah tercipta maka Tuhan mewujudkan Ide DasarNya. Ia ciptakan manusia dari segumpal tanah karena manusia akan hidup, mati dan dibangkitkan dari tanah. Terciptalah Adam, manusia pertama. Kemudian Tuhan pun mengajari Adam dengan Al-Qalam. Baca surat Al-Qalam ayat 1 sampai 5. Tuhan mengajari Adam untuk mendefinisikan sesuatu, Ia mengajari Adam untuk mendefinisikan segala sesuatu di alam raya. Dalam terminologi Al-Quran Tuhan mengajari Adam 'nama-nama seluruhnya'. Setelahnya, Tuhan mengadu Adam dengan para malaikat. Manusia yang dianggap oleh para malaikat makhluk yang lebih rendah dibandingkan mereka kenyataannya lebih baik. Berikut gambaran Al-Quran tentang peristiwa tersebut :
Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu orang-orang yang benar!" (QS. 2:31)
Jika kamu orang-orang yang benar dalam ayat ini diartikan "jika kamu benar merasa lebih baik dibandingkan dengan manusia".
Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana" (QS. 2:32)
Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini." Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan ?" (QS. 2:33)
Firman Allah "mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan", yang kamu lahirkan adalah protest kepadaKU, sedangkan yang kamu sembunyikan lagi jauh lebih mengerikan, karena di dalam hati kamu semua ada kesombongan (engkau merasa lebih baik dibandingkan makhluk yang bernama 'manusia') ini. Sedangkan kesombongan adalah pakaian kebesaran Tuhan yang tidak patut dikenakan oleh para hamba-Nya. Tuhan mengancam bagi siapa saja yang ada kesombongan di hatinya, diharamkan surgaNya bagi orang tersebut.
Allah berfirman : "Kebesaran/Kesombongan adalah pakaianKu, keagungan adalah sarung-Ku, siapapun yang menyaingi-Ku akan kulemparkan ia ke neraka" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Sebagai bentuk tebusan atas kesombongan yang dilakukan oleh para malaikat, Tuhan menyuruh mereka semua untuk bersujud kepada Adam. Al-Quran merekam persitiwa tersebut dalam ayat berikut :
Allah berfirman : "Kebesaran/Kesombongan adalah pakaianKu, keagungan adalah sarung-Ku, siapapun yang menyaingi-Ku akan kulemparkan ia ke neraka" (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad)
Sebagai bentuk tebusan atas kesombongan yang dilakukan oleh para malaikat, Tuhan menyuruh mereka semua untuk bersujud kepada Adam. Al-Quran merekam persitiwa tersebut dalam ayat berikut :
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir. (QS. 2:34)
Iblis yang menolak untuk bersujud kepada Adam pun terusir dari surga dan memendam kebencian dan dendam kepada Adam. Iblis pun mendeklarasikan permusuhannya kepada manusia di hadapan Tuhan seperti terekam dalam ayat berikut :
Karena Engkau menghukumi aku sesat, maka aku akan menyesatkan hamba-Mu dari jalan yang lurus. Kemudian aku akan datangi mereka dari hadapan mereka, dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka sampai Engkau tidak mendapati mereka ada yang bersyukur (al-A'raf :16-17)
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya. Adam (manusia) adalah pusat penciptaan karena merupakan ide awal dari proses penciptaan itu sendiri, yang di desain untuk menjadi cermin Tuhan dan akan menjadi khalifahNya di bumi. Dan seperti telah dijelaskan sebelumnya, segala sesuatu di dunia ini tercipta untuk manusia, termasuk malaikat dan iblis di dalamnya. Kejatuhan Adam dari Surga dalam perspektif Islam bukanlah sesuatu yang harus di sesali oleh seluruh anak Adam, dalam perspektif Islam itu adalah suatu keharusan. Di sini dengan jelas dan tegas Islam menolak doktrin dosa waris yang dianut oleh saudara-saudara kita yang beragama kristen. Dalam perspektif Islam, Adam tercipta untuk bumi sebagai wakilNya di bumi, bukan tercipta untuk hidup di surga yang penuh kesempurnaan.
Menjadi cermin Tuhan berarti manusia diserahi tanggung jawab untuk menyebarkan sifat-sifat ketuhanan. Manusia harus meneladani akhlak-akhlak Tuhan. Dalam AlQuran Tuhan selalu mengawali komunikasi dengan manusia dengan mendeklariskan diriNya dengan sifat Maha Pengasih, Maha Penyayang. Itu artinya setiap kita senantiasa diajak untuk mewarisi sifat-sifat penuh kasih dan sayang. Ar-Rahman (Maha Pengasih) dalam kajian waktu saya tinggal di pesantren artinya Tuhan mengasihi seluruh makhluknya, tidak membeda-bedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Para pembangkangpun sangat dikasihiNya. Ini mengajarkan kepada kita, kita harus senantiasa berbuat baik kepada orang lain, tidak peduli ia kawan atau dia lawan. Seorang muslim kata Imam Ali Kw harus bisa berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadanya, juga harus berbuat baik terhadap orang-orang yang memusuhinya.
"Kamu masih berakhlak anjing, jika kamu hanya bisa berbuat baik hanya terhadap mereka yang berbuat baik kepadamu. Kamu baru dikatakan berakhlak sebagai seorang muslim jika kamu bisa berbuat baik juga terhadap mereka yang memusuhimu." Begitu Kata Imam Ali Kw. Inilah perwujudan sifat Tuhan dalam Ar-Rahman yang harus diteladani oleh manusia.
Sifat Ar-Rahim (Maha Penyayang) adalah untuk makhluk-makhluk yang Tuhan sangat berkenan terhadapnya. Ini untuk orang-orang yang dalam terminologi Islam telah memperoleh RidhaNya. Sifat Rahimnya ditujukan kepada orang-orang yang berhasil menjadi cermin bagi diriNya. Yang berhasil mewujudkan sifat-sifatNya di bumi. Hati-hati orang-orang seperti ini mampu menampung kebesaran Tuhan yang penuh Cinta. Yang digambarkan dalam hadits-hadits berikut :
Orang bertanya kepada Rasulullah saw., ”Wahai Rasulullah! Dimanakah Allah? Di bumi atau di langit?” Rasulullah saw. menjawab, ”Allah Ta’ala berfirman: Tidak termuat AKU oleh bumi-Ku dan lelangit-KU tapi termuat Aku oleh qalb(hati) hamba-hamba-Ku yang mu’min, yang lemah-lembut, yang tenang tenteram."
Dalam keterangan yang lain :
"Sesungguhnya semua petala langit dan bumi akan menjadi sempit untuk merangkul-Ku akan tetapi Aku mudah untuk direngkuh oleh qalb seorang mukmin. Berkata Wahab bin Munabbih, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda: “Allah Ta’ala telah berfirman: Sesungguhnya semua petala langit-Ku dan bumi-Ku menjadi sempit untuk merangkul-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul oleh qalb hamba-Ku yang mu’min.” (HR. Ahmad)
Supaya manusia tetap di rel tujuan penciptaan - menjadi cermin Tuhan, manusia butuh untuk senantiasa meneladani sifat-sifat Tuhan. Manusia butuh untuk senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan. Untuk itu Tuhan mengajarkan cara-cara berkomunikasi dengan Tuhan melalui para nabi dan rasulNya. Dan terciptalah konsepsi ibadah. Kalau memang kita renungkan, konsepsi ibadah senantiasa akan berujung dalam penaladanan akhlak-akhak Tuhan.
Konsepsi syahadah (kesaksian) adalah pondasi kita dalam mengakui kebesaran Tuhan yang telah menciptakan seluruh semesta dan isinya untuk kita. "Alastu birobbikum" - bukankan Aku ini Rabbmu? kata rabb meliputi makna pemelihara, pencipta, pendidik, pengayom dan lain sebagainya. Dan kita mengakuinya "Bala Syahidna" - betul kami bersaksi.
Konsepsi sholat adalah pengakuan kita untuk senantiasa berkomunikasi dengan Tuhan. Sholat adalah bentuk penyerahan diri kita yang serba keterbatasan dihadapan yang Tak Terbatas dan menegaskan komitmen kita untuk senantiasa berada dalam hakikat penciptaan (menjadi cermin Tuhan). Di dalam sholat kita diajari Tuhan untuk senantiasa berkata "Sesungguhnya segala doaku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Tuhan semesta Alam - menyebarkan sifat-sifat Tuhan - menjadi cermin Tuhan".
Setelah berkomunikasi dengan Tuhan melalui sholat, kita di tuntut untuk merealisasikan pengakuan kita dalam bentuk zakat. Tuhan yang serba berada dalam kecukupan dan keberlimpahan yang tak berhingga, Maha Kaya lagi Maha Terpuji senantiasa mengasihi hambaNya dengan melimpahkan segala rizki kepada hamba-hambaNya. Teladani Aku dalam memberi melalui zakat. Kurang lebih begitulah pesan Tuhan. Berilah mereka yang kekurangan. "Temui Aku di tempat-tempat kelaparan dan kedinginan".
Melalui konsepsi puasa, kita meneladani sifat-sifat Tuhan yang lain, yang tidak makan dan tidak minum, sembari mengasah kita merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan supaya kita lebih peduli terhadap mereka yang lapar dan kehausan.
Akhirnya konsepsi haji menyatukan kita dalam kebersamaan tanpa membedakan asal-asul dan kelas-kelas sosial yang kita definisikan sendiri dalam hidup. Dalam haji kita menyadari, semua sama di mata Tuhan. Tidak hitam tidak putih, tidak kaya tidak miskin kita semua berjuang menggapai ridhoNya. Kita berjuang untuk menggapai ridhoNya. Haji adalah miniatur kecil hidup kita, datang ke bumi (lahir) yand direpresentasikan dalam ihram dan thawaf kita. Berjuang dalam hidup nyata, seperti perjuangan Hajar yang penuh kesungguhan untuk memberi minum Ismail kecil, representasi shafah dan marwah kita. Bermasyarakat, seperti kumpulnya kita bersama dalam suatu tempat yang disebut arafah dalam prosesi wukuf kita. Menghadapi perjuangan dan godaan dari kita dan dari luar kita, seperti representasi "balang jumroh" untuk membuang sikap jelek kita, menganggap syetan sebagai musuh nyata di akhiri dengan proses tahalul (mencukur rambut) kita sebagai penanda bahwa pada akhirnya kita semua akan meninggal dan akan kembali kepadaNya.
Dalam terminologi Islam, ibadah kita yang bersifat ritual harus berimbas kepada sifat sosial kita. Alquran menyebutkan "shalat harus dapat mencegah perbuatan keji dan munkar". Segala ibadah ritual selain sholat jika kita tidak bisa melakukannya bisa diganti dengan ibadah sosial (contohnya puasa dengan fidyah). Tapi tidak sebaliknya, segala prilakus sosial kita yang buruk tidak bisa kita hapuskan dengan ibadah sebelum kita minta maaf kepada orang yang kita telah bersikap buruk kepadanya. Jelas sekali, akhlak adalah tolak ukur Islam. "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak" itulah kata Nabi Muhammad Saw. Pondasi muslim terdiri dari Iman-Islam dan Ihsan. Iman adalah teorinay, Tauhid kita kepada Tuhan adalah wujudnya. Islam teorinya, Syariat yang kita lakukan sehari-hari adalah wujudnya. Ihsan teorinya, akhlak kita dalam bertindak adalah wujud nyatanya.
Allah adalah Maha Sempurna, tidak membutuhkan apapun dari hambaNya. Tuhan tidak butuh sholat kita, tidak butuh puasa kita, tidak butuh zakat kita, tidak butuh haji kita kitalah yang butuh itu semua untuk bisa meneladai sifat-sifat Tuhan karena kita tercipta untuk menjadi cermin Tuhan. Gambaran itu terekam dalam hadits qudsi berikut :
Allah berfirma : " Wahai hamba-hambaKu, kalian tidak bisa memberikan mudharat atau manfaat kepadaKu. Seandainya yang pertama sampai yang terakhir dari kamu semuanya bertakwa, maka hal itu tidak menambah sedikitpun kekuasaanKu. Seandai yang pertama dari kamu sampai yang terakhir dari kamu bermaksiat kepadaKu, itu tidak mengurangi sedikitpun kekuasaanKu. Seandainya yang pertama dari kamu sampai yang terakhir bermohon kepadaKu lalu aku penuhi mereka masing-masing apa yang dimohonkannya, maka hal itu tidak mengurangi sedikitpun apa yang Ku-miliki kecuali seperti jarum yang dicelupkan ke dalam samudra ". (Hadist Riwayat Muslim, Tarmidzi dan Ibnu Majah)
Segala sesuatu di alam ini memang tercipta untuk manusia, tapi manusia tercipta bukan untuk apa yang ada di alam ini, manusia tercipta dengan tujuan terbesar, yakni menjadi cermin Tuhan, merealisasikan akhlak-akhlak Tuhan dalam kehidupan yang nyata.
Harta, tahta dan kekuasaan adalah sarana untuk mewujudkan tujuan penciptaan itu. Jika ada manusia yang tunduk kepada harta, tahta dan kekuasaan ia telah menyimpang, ia telah berlaku kafir. Tujuan telah tertutupi oleh sarana. Ingat makna "kafir" secara harfiah berarti "tertutupi". Harta, tahta dan kekuasaan memang tercipta untuk manusia, tapi manusia tercipta bukan untuk mereka, manusia tercipta untuk menjadi cerminNya. Jadi sadarlah kita ini adalah cermin-cermin Tuhan kawan :)
Note : tulisan ini tadinya saya ingin ikut sertakan di lomba blog pada bulan ramadhan kemarin (bulan agustus), tapi tidak selesai-selesai, baru selesai hari ini 4 Nov 2010. Proses penulisannya menjadi empat bulan :)
Segala sesuatu di alam ini memang tercipta untuk manusia, tapi manusia tercipta bukan untuk apa yang ada di alam ini, manusia tercipta dengan tujuan terbesar, yakni menjadi cermin Tuhan, merealisasikan akhlak-akhlak Tuhan dalam kehidupan yang nyata.
Harta, tahta dan kekuasaan adalah sarana untuk mewujudkan tujuan penciptaan itu. Jika ada manusia yang tunduk kepada harta, tahta dan kekuasaan ia telah menyimpang, ia telah berlaku kafir. Tujuan telah tertutupi oleh sarana. Ingat makna "kafir" secara harfiah berarti "tertutupi". Harta, tahta dan kekuasaan memang tercipta untuk manusia, tapi manusia tercipta bukan untuk mereka, manusia tercipta untuk menjadi cerminNya. Jadi sadarlah kita ini adalah cermin-cermin Tuhan kawan :)
Note : tulisan ini tadinya saya ingin ikut sertakan di lomba blog pada bulan ramadhan kemarin (bulan agustus), tapi tidak selesai-selesai, baru selesai hari ini 4 Nov 2010. Proses penulisannya menjadi empat bulan :)
Rabu, 04 Agustus 2010
Hmm...masih menabung di Bank?
Tadi malam saya membaca warta ekonomi terbaru. Disana ada info yang cukup menarik membahas kiprah grup Astra Internasioan (AI) yang memegang lisensi beberapa merek terkenal dibidang otomotif seperti Toyota, Honda, Daihatsu dll. AI menyebut mereka ini sebagai 'prinsipal'. Apakah info penting tersebut? Pertama bahwa para prinsipal Astra sedang mengalami kesulitan keuangan. Honda pemegang merek yang cukup disegani ternyata merugi dilini bisnis roda empatnya tetapi tertolong dengan lini bisnis dari roda duanya. Toyota juga sama, recall besar-besaran produk Toyota menyebabkan Toyota 'masuk angin dan demam-deman' dalam masalah finansial mereka. Impactnya AI yang biasanya mendapatkan kemudahan dana dari negara prinsipal untuk tahun ini sepertinya kesulitan. Jor-joran dana dari pihak prinsipal tidak bisa diharapkan. Astra dituntut untuk mengembangankan inovasi mandiri dan melakukan ekspansi disektor lain (selain otomatif) seperti perkebunan dan infrastruktur.
Kenapa para prinsipal sampai mengalami masalah keuangan? Ini terkait dengan masalah ekonomi global yang cenderung tidak menguntungkan Jepang belakangan ini. Nilai Yen terus menguat terhadap dollar. Jepang yang menyandarkan ekonominya pada sektor export jelas mengalami pukulan yang telak dengan penguatan Yen ini. Perdagangan export Jepang menjadikan dollar sebagai acuannya. Akibatnya ketika Yen menguat terhadap dollar atau dollar melemah terhadap Yen maka nilai export Jepang juga otomatis akan melemah.
Hal lain yang menyebabkan para prinsipal Jepang itu juga mengalami 'masalah' keuangan mereka adalah krisis Yunani di Eropa. Krisis Yunani mengakibatkan negara-negara Eropa memberikan dana talangan kepada Yunani. Akibatnya supply Euro menjadi meningkat drastis, sehingga nilai Euro pun melemah. Dengan melemah nilai Euro otomatis harga-harga menjadi lebih mahal sehingga menurunkan daya beli masyarakat Eropa sendiri. Ini mengakibatkan export Jepang ke Eropa juga mengalami penurunan yang drastis. Kejadian serupa mirip ketika Amerika juga memberikan dana talangan kepada perusahaan-perusahaan yang bangkrut, supply dollar meningkat drastis dan nilai dollar mengalami penurunan pada saat itu.
Apa yang terjadi terhadap Indonesia bila benar-benar para prinsipal itu mengalami kebangkrutan? Jawabnya adalah 'mengerikan'. Indonesia adalah partner Jepang dalam perdagangan. Investasi Jepang di Indonesia melalui grup AI saja luar biasanya besarnya. Kalau sampai gulung tikar, kemungkinan besar PHK besar-besaran juga terjadi di Indonesia. Kondisi ekonomi di Indonesia mengalami guncangan besar, supply barang berkurang sementara nilai rupiah yang beredar tetap sehingga kemungkinan besar nilai rupiah akan mengalami penurunan drastis, artinya daya beli masyarakat juga sangat rendah. Harga barang-barang akan melambung tinggi akibat menurunnya nilai rupiah ini. Hmm...dan beruntunglah mereka yg menginvestasikan uangnya dalam bentuk mas dan perak (dinar dan dirham) dan merugilah mereka yang menginvestasikan uangnya dalam tabungan di Bank.
24 Sya'ban 1431 H
Kenapa para prinsipal sampai mengalami masalah keuangan? Ini terkait dengan masalah ekonomi global yang cenderung tidak menguntungkan Jepang belakangan ini. Nilai Yen terus menguat terhadap dollar. Jepang yang menyandarkan ekonominya pada sektor export jelas mengalami pukulan yang telak dengan penguatan Yen ini. Perdagangan export Jepang menjadikan dollar sebagai acuannya. Akibatnya ketika Yen menguat terhadap dollar atau dollar melemah terhadap Yen maka nilai export Jepang juga otomatis akan melemah.
Hal lain yang menyebabkan para prinsipal Jepang itu juga mengalami 'masalah' keuangan mereka adalah krisis Yunani di Eropa. Krisis Yunani mengakibatkan negara-negara Eropa memberikan dana talangan kepada Yunani. Akibatnya supply Euro menjadi meningkat drastis, sehingga nilai Euro pun melemah. Dengan melemah nilai Euro otomatis harga-harga menjadi lebih mahal sehingga menurunkan daya beli masyarakat Eropa sendiri. Ini mengakibatkan export Jepang ke Eropa juga mengalami penurunan yang drastis. Kejadian serupa mirip ketika Amerika juga memberikan dana talangan kepada perusahaan-perusahaan yang bangkrut, supply dollar meningkat drastis dan nilai dollar mengalami penurunan pada saat itu.
Apa yang terjadi terhadap Indonesia bila benar-benar para prinsipal itu mengalami kebangkrutan? Jawabnya adalah 'mengerikan'. Indonesia adalah partner Jepang dalam perdagangan. Investasi Jepang di Indonesia melalui grup AI saja luar biasanya besarnya. Kalau sampai gulung tikar, kemungkinan besar PHK besar-besaran juga terjadi di Indonesia. Kondisi ekonomi di Indonesia mengalami guncangan besar, supply barang berkurang sementara nilai rupiah yang beredar tetap sehingga kemungkinan besar nilai rupiah akan mengalami penurunan drastis, artinya daya beli masyarakat juga sangat rendah. Harga barang-barang akan melambung tinggi akibat menurunnya nilai rupiah ini. Hmm...dan beruntunglah mereka yg menginvestasikan uangnya dalam bentuk mas dan perak (dinar dan dirham) dan merugilah mereka yang menginvestasikan uangnya dalam tabungan di Bank.
24 Sya'ban 1431 H
Selasa, 16 Juni 2009
Bantulah, Maka Engkau Akan Dibantu
Saya pernah baca hadits yang isinya kurang lebih seperti ini "Jika urusanmu ingin dipermudah, maka bantulah orang-orang yang kesulitan".
Kurang lebih tiga minggu yang lalu, Kakak saya yang sedang bangun rumah datang ke rumah saya, menjelaskan kesulitannya. Katanya para tukang sudah hampir sebulan belum dibayar. Dan ia berjanji untuk melunasi hutangnya pada saudara yang lain dan janjinya sudah lewat tiga hari tapi belum bisa juga digenapi. Ia merasa tidak enak, karena saudara yang dihutangi itu uangnya bukan miliknya tapi milik bosnya. Saudara yang dihutangi itu hanya memegang uang amanat dari bosnya, dan saat akan dikembalikan ternyata kurang dalam jumlah yang lumayan besar karena dipinjam kakak. Kakak sendiri datang tanpa pembicaran "boleh tidak kakak minjem uangmu untuk melunasi hutang kakak dan membayar para tukang itu, biar beban moral kakak tidak terlalu berat", tapi terasa benar dari mimik muka dan ekspresinya ia sedang menanggung beban moral itu.
Kakak pun pamit, tapi sebelum beranjak lebih lanjut saya hentikan langkah kaki kakak. "Nanti dulu, masa dari panjang lebar cerita tadi hanya mau langsung pulang? Ingin minjem uang berapa?" Saya langsung ke inti.
Akhirnya kakakpun menyebutkan sebuah angka yang cukup untuk melunasi hutang dan bisa membayar gaji sementara untuk para tukang yang sedang bekerja untuknya. Saya memanggil istri dan menyuruhnya mengambil sejumlah uang untuk kakak. Istri saya agak cemberut, katanya bukankah kita juga sebentar lagi akan bangun rumah. Saya hanya menjelaskan dengan kata seperti ini "Neng, kata Nabi barangsiapa yang ingin urusannya dimudahkan oleh Allah, maka bantulah orang-orang yang kesulitan, anggap saja kita sekarang sedang berdagang sama gusti Allah, semoga nanti pas kita buat rumah urusan kita dimudahkan oleh Allah"
Tidak berselang seminggu kemudian, seorang temen menelpon.
"Arif kamu dipanggil untuk demo oleh dokter A, hari sabtu ya jam sembilan pagi"
Hari sabtunya saya datang ke sebuah klinik yang sebentar lagi berubah menjadi rumah sakit. Saya pun mendemokan aplikasi yang saya miliki. Minggu berikutnya saya kembali disuruh datang ke klinik tersebut untuk melakukan negosiasi harga dan langsung terjadi deal pada saat itu juga. Dan mulai sabtu depan saya akan melakukan pemasangan system di klinik tersebut. Sebuah deal yang sangat melegakan karena dua minggu lagi saya akan memulai membangun rumah. Lumayanlah insya Allah cukup untuk beli bahan-bahan bangunan. Semoga saat membangun berjalan lancar dan diberi kecukupan. Insya Allah. Barangsiapa yang yakin pertolongan-Nya, maka sekali-kali Ia tidak pernah mengecewakan harapan orang yang bergantung kepada-Nya.
Rabu, 15 April 2009
Dasar-dasar Java : Operator
Wah, lama banget ga posting tentang tulisan java. Punten lumayan load kerjaan lagi banyak. Sekarang saatnya untuk meneruskan.
Ok, pada tulisan-tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang variabel, konstanta, tipe data, array dan string. Untuk lebih jelas tentang topik sebelumnya bisa dilihat pada link-link berikut ini :
1. Berkenalan Dengan Java
2. Instalasi Java dan Eclipse IDE
3. Berkenalan Dengan Eclipse
4. Dasar-Dasar Java : Variable, Konstanta dan Tipe Data
5. Dasar-dasar Java : Array dan String
Pada bagian ini kita akan membahas tentang operator. Penjelasan tentang konsep variabel, konstanta dan tipe data tidak akan lengkap tanpa penjelsana tentang operator ini. Dalam bahasa pemrogramman selalu ada manipuasli terhadap variabel-variabel yang kita definisikan. Manipulasi variabel dan alur program sangat ditentukan oleh operator.
Operator berfungsi untuk mengoperasikan (memanipulasi, mengolah) satu atau lebih variabel. Variabel yang dioperasikan disebut operand.
Secara garis besar operator dalam java bisa dikelompokkan menjadi operator assignment, operator aritmatika, operator unary, operator equality, operator kondisional, operator komparasi, dan operator bitwise (paling jarang dipakai, di skip - tidak dijelaskan)
Operator assigment adalah tanda = (sama dengan), berguna untuk memberi literal pada suatu variabel tertentu. Berikut contoh operator assigment :
int testInt = 0;
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika (perhitungan). Operator ini ada lima macam yaitu operator penambahan (+), operator penguranan (-), operator perkalian (*), operator pembagian (/) dan operator sisa - mod (%).
Berikut contoh penggunaan operator arimatika :
int hasil = 1 + 2; // hasil = 3
hasil = hasil - 1; // hasil = 2
hasil = hasil * 2; // hasil = 4
hasil = hasil / 2; //hasil = 2
hasil = hasil + 8; // hasil = 10
hasil = hasil % 7; //hasil = 3
Operator penjumlahan (+) bisa juga diterapkan pada objek string (seperti pada contoh penjelasan kelas String).
Operator unary meliputi operator unary positif (+) untuk menandakan suatu bilangan positif (setiap bilangan tanpa tanda negatif, berarti termasuk bilangan positif). Operator unary negatif (-) untuk menandakan suatu bilangan negatif. Operator unary increment (++), berguna menambah menambah literal bilangan dengan literal bilangan satu. Operator unary decrement (–), berguna mengurangi literal bilangan dengan bilangan satu. Dan operator unary komplemen logika (!), berguna untuk mengkomplemenkan suatu logika yang bernilai true atau false.
Berikut contoh penggunaan operator unary :
int hasil = +1; // hasil = 1
hasil–; //hasil = 0
hasil++; // hasil = 1
hasil = -hasil; // hasil = -1
boolean success = false; //success = false;
success = !success; //success =true;
Operator equality digunakan untuk membandingkan dua variabel, apakah nilainya sama, lebih besar, lebih kecil, lebih besar atau sama dengan, lebih kecil atau sama dengan dan tidak sama dengan. Operator-operator tersebut adalah sebagai berikut :
== sama dengan
> lebih besar
< lebih kecil
>= lebih besar atau sama dengan
<= lebih kecil atau sama dengan
!= tidak sama dengan
Berikut contoh pemakaian operator equality (contohnya dapat ngambil dari situs java.sun.com)
class ComparisonDemo {
public static void main(String[] args){
int value1 = 1;
int value2 = 2;
if(value1 == value2) System.out.println("value1 == value2");
if(value1 != value2) System.out.println("value1 != value2");
if(value1 > value2) System.out.println("value1 > value2");
if(value1 <>
if(value1 <= value2) System.out.println("value1 <= value2");
}
}
Outpun program tersebut sbb:
value1 != value2
value1 < value2
value1 <= value2
Operator kondisional digunakan pada dua atau lebih ekspresi boolean. Operator ini terdiri dari operator kondisional AND (&&) dan operator kondisional OR (||). Selain itu ada juga operator kondisional and (&) dan operator kondisional or (|). Bedanya pada operasional kondisional && dan || jika ekspresi sudah memenuhi syarat, ekspresi setelahnya tidak dicek, sedangkan pada operator kondisional & dan | akan mengecek seluruh ekspresi.
Berikut contoh penggunaan operator ini (contohnya ngambil dari situ sun juga) :
class ConditionalDemo {
public static void main(String[] args){
int value1 = 1;
int value2 = 2;
if((value1 == 1) && (value2 == 2))
System.out.println("value1 is 1 AND value2 is 2");
if((value1 == 1) || (value2 == 1))
System.out.println("value1 is 1 OR value2 is 1");
}
}
outpun program di atas adalah :
value1 is 1 AND value2 is 2
value1 is 1 OR value2 is 1
Operator komparasi digunakan untuk mengecek apakah suatu objek merupakan instance dari suatu kelas tertentu. Operator komparasi adalah operator instanceof. Jika suatu objek yang kita tes merupakan instance dari suatu kelas yang kita tentukan, ekspresi ini bernilai true, false jika sebaliknya. Berikut contoh sederhana pemakaian operator komparasi.
KelasA a = new KelasA();
KelasB b = new KelasB();
if(a instanceof KelasA)
Sytem.out.println("objek adalah instance dari KelasA);
Karena a merupakan instance dari KelasA maka statement System.out.println("objek adalah instance dari KelasA") dieksekusi.
Ok, pada tulisan-tulisan sebelumnya kita telah membahas tentang variabel, konstanta, tipe data, array dan string. Untuk lebih jelas tentang topik sebelumnya bisa dilihat pada link-link berikut ini :
1. Berkenalan Dengan Java
2. Instalasi Java dan Eclipse IDE
3. Berkenalan Dengan Eclipse
4. Dasar-Dasar Java : Variable, Konstanta dan Tipe Data
5. Dasar-dasar Java : Array dan String
Pada bagian ini kita akan membahas tentang operator. Penjelasan tentang konsep variabel, konstanta dan tipe data tidak akan lengkap tanpa penjelsana tentang operator ini. Dalam bahasa pemrogramman selalu ada manipuasli terhadap variabel-variabel yang kita definisikan. Manipulasi variabel dan alur program sangat ditentukan oleh operator.
Operator berfungsi untuk mengoperasikan (memanipulasi, mengolah) satu atau lebih variabel. Variabel yang dioperasikan disebut operand.
Secara garis besar operator dalam java bisa dikelompokkan menjadi operator assignment, operator aritmatika, operator unary, operator equality, operator kondisional, operator komparasi, dan operator bitwise (paling jarang dipakai, di skip - tidak dijelaskan)
Operator assigment adalah tanda = (sama dengan), berguna untuk memberi literal pada suatu variabel tertentu. Berikut contoh operator assigment :
int testInt = 0;
Operator aritmatika adalah operator yang digunakan untuk melakukan operasi aritmatika (perhitungan). Operator ini ada lima macam yaitu operator penambahan (+), operator penguranan (-), operator perkalian (*), operator pembagian (/) dan operator sisa - mod (%).
Berikut contoh penggunaan operator arimatika :
int hasil = 1 + 2; // hasil = 3
hasil = hasil - 1; // hasil = 2
hasil = hasil * 2; // hasil = 4
hasil = hasil / 2; //hasil = 2
hasil = hasil + 8; // hasil = 10
hasil = hasil % 7; //hasil = 3
Operator penjumlahan (+) bisa juga diterapkan pada objek string (seperti pada contoh penjelasan kelas String).
Operator unary meliputi operator unary positif (+) untuk menandakan suatu bilangan positif (setiap bilangan tanpa tanda negatif, berarti termasuk bilangan positif). Operator unary negatif (-) untuk menandakan suatu bilangan negatif. Operator unary increment (++), berguna menambah menambah literal bilangan dengan literal bilangan satu. Operator unary decrement (–), berguna mengurangi literal bilangan dengan bilangan satu. Dan operator unary komplemen logika (!), berguna untuk mengkomplemenkan suatu logika yang bernilai true atau false.
Berikut contoh penggunaan operator unary :
int hasil = +1; // hasil = 1
hasil–; //hasil = 0
hasil++; // hasil = 1
hasil = -hasil; // hasil = -1
boolean success = false; //success = false;
success = !success; //success =true;
Operator equality digunakan untuk membandingkan dua variabel, apakah nilainya sama, lebih besar, lebih kecil, lebih besar atau sama dengan, lebih kecil atau sama dengan dan tidak sama dengan. Operator-operator tersebut adalah sebagai berikut :
== sama dengan
> lebih besar
< lebih kecil
>= lebih besar atau sama dengan
<= lebih kecil atau sama dengan
!= tidak sama dengan
Berikut contoh pemakaian operator equality (contohnya dapat ngambil dari situs java.sun.com)
class ComparisonDemo {
public static void main(String[] args){
int value1 = 1;
int value2 = 2;
if(value1 == value2) System.out.println("value1 == value2");
if(value1 != value2) System.out.println("value1 != value2");
if(value1 > value2) System.out.println("value1 > value2");
if(value1 <>
if(value1 <= value2) System.out.println("value1 <= value2");
}
}
Outpun program tersebut sbb:
value1 != value2
value1 < value2
value1 <= value2
Operator kondisional digunakan pada dua atau lebih ekspresi boolean. Operator ini terdiri dari operator kondisional AND (&&) dan operator kondisional OR (||). Selain itu ada juga operator kondisional and (&) dan operator kondisional or (|). Bedanya pada operasional kondisional && dan || jika ekspresi sudah memenuhi syarat, ekspresi setelahnya tidak dicek, sedangkan pada operator kondisional & dan | akan mengecek seluruh ekspresi.
Berikut contoh penggunaan operator ini (contohnya ngambil dari situ sun juga) :
class ConditionalDemo {
public static void main(String[] args){
int value1 = 1;
int value2 = 2;
if((value1 == 1) && (value2 == 2))
System.out.println("value1 is 1 AND value2 is 2");
if((value1 == 1) || (value2 == 1))
System.out.println("value1 is 1 OR value2 is 1");
}
}
outpun program di atas adalah :
value1 is 1 AND value2 is 2
value1 is 1 OR value2 is 1
Operator komparasi digunakan untuk mengecek apakah suatu objek merupakan instance dari suatu kelas tertentu. Operator komparasi adalah operator instanceof. Jika suatu objek yang kita tes merupakan instance dari suatu kelas yang kita tentukan, ekspresi ini bernilai true, false jika sebaliknya. Berikut contoh sederhana pemakaian operator komparasi.
KelasA a = new KelasA();
KelasB b = new KelasB();
if(a instanceof KelasA)
Sytem.out.println("objek adalah instance dari KelasA);
Karena a merupakan instance dari KelasA maka statement System.out.println("objek adalah instance dari KelasA") dieksekusi.
Rabu, 08 April 2009
Catatan Tentang Pemilu 2009
Menjelang pemilu, hari-hari kemarin iseng-iseng ingin menentukan pilihan. Saya tidak mau menjadi pemilih yang asal milih. Atau memilih karena kecintaan dan kefanatikan semata. Saya ingin menjadi pemilih yang kritis. Dan saya masih bingung menentukan pilihan. Partai mana yang akan saya contreng(hehehe..karena sistem kali ini bukan mencoblos).
Pilihan berat jatuh kepada PKS. Oleh karena itu saya menelusuri jejak partai ini di internet. Partai ini dikenal bersih, setidaknya sampai saat ini belum ada tokohnya yang terjerat kasus tertentu. Tapi setelah browsing-browsing di internet dan beberapa pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri saya menjadi ragu untuk menjadi pemilih PKS. Keragu-raguan tersebut meliputi hal-hal berikut :
Pertama, mantan presiden PKS (HNW) menjabat sebagai ketua MPR untuk periode 2004-2009, tapi apa terobosan yang dilakukan MPR selama periode tersebut. NIHIL. Bandingkan dengan Pak Amin Rais saat menjabat sebagai ketua MPR!
Kedua, sepak terjang PKS selama periode 2004-2009 tidak terlihat jelas. Apa saja terobosan-terobosan yang dilakuakn PKS di Senayan? Berupaya sungguh-sungguh untuk mengungkap kasuks BLBI? saya pikir tidak. Membela korban Lapindo? TIDAK PERNAH TERDENGAR. Sepak terjang PKS saya nilai masih sektarian. Hanya menonjolkan isu-isu yang sifatnya murni 'keagamaan' seperti Perda syari'at, RUU APP, solidaritas terhadap palestina dengan cara melakukan simpati dan dukungan luar biasa terhadap HAMAS. Disini saya belum melihat universalisme Islam yang saya pahami. Keislaman warga PKS saya pikir memisahkan kotak antara 'kita' dan 'mereka'. Saya melihat pada kenyataannya eklusifisme menjadi anutan moral mayoritas warga PKS. Dalam hal ini iklan 'PKS=Partai Kita Semua' berusaha menutupi kenyataan ini. PKS ingin lebih mendekatkan diri kepada objek-objek (saya sengaja memilih kata 'objek' bukan 'subjek') pemilih.
Ketiga, ini flashback sewaktu saya masih kuliah dulu. Saya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan dengan sesama kawan-kawan sefakultas yang muslim. Temanya pengajian. Tapi aneh, setelah hadir saya kira yang di undang itu semua, ternyata hanya orang-orang tertentu. Saya protes kenapa tidak semua di undang, bukankah temen-temen yang lain kita juga sesama muslim? Penjelasan apa yang saya dapat? Keekslusifan. 'Kita adalah orang-orang terpilih dan berbanggalah menjadi orang-orang terpilih tersebut'. Semenjak saat itu saya hanya bisa menghadiri undangan-undangan mereka (karena menghadiri undangan itu katanya hukumnya wajib) tapi tidak sependapat dengan mereka dalam banyak hal. Itu langsung saya tunjukkan dengan mendukung orang-orang yang berada di tengah saat pencalonan ketua senat di Fakultas. Walau orang yang saya dukung kalah, saya puas. Saya perjuang untuk nilai-nilai keuniversalan yang lebih tinggi (setidaknya itulah penilaian saya). Perlu diketahui dominasi kelompok tarbiyah di kampus saya sangat dominan. Kehidupan perpolitikan dikampus dikuasai oleh kelompok ini (kira-kira 95%). Walaupun melihat track record di kampus tersebut, jujur pada pemilu 2004 yang lalu saya memilih PKS, karena selain terkenal bersih orang-orangnya saya juga ingin mengetahui sepak terjang mereka di DPR/MPR. Dan hasilnya 'MENGECEWAKAN'.
Jadilah saya ragu untuk memilih PKS. Lantas partai apa yang akan saya pilih, PDIP, PD, GOLKAR, PAN, GERINDRA atau HANURA? Tokoh PPP saya tidak kenal. Apalagi PBR atau partai-partai lainnya. Bagaimana dengan PDIP? Ah partai ini menurut saya diisi oleh orang-orang oportunis. Hanya mengandalkan figur Megawati. Para pemilihnya bukan pemilih rasional. Tapi pemilih fanatik karena kecintaan belaka. Mengaku partai wong cilik tapi selama Megawati memerintah apa yang telah ia lakukan untuk wong cilik? Apakah pendidikan gratis? Apakah sembako murah? Apakah rumah sakit mudah melayani orang-orang dari kalangan pendukung partai ini? semua sudah tau. Jawabannya adalah TIDAK. Yang terjadi justru sebaliknya. Aset-aset negara melayang kepada asing dan yang paling kerasa 'stupid'nya adalah penjualan indosat ke anak perusahaan singtel.
Bagaimana dengan PD? figur partai ini sama seperti PDIP. Terlalu mengandalkan dan bergantung pada sosok SBY. Cuman bedanya para pemilih SBY lebih sehat daripada para pemilih Megawati. Mereka memilih sudah dengan pertimbangan-pertimbangan tidak dengan fanatik buta seperti pemilih megawati. Tapi ada beberapa 'catatan buruk' saya terhadap SBY yaitu kasus Blue Energi dan Kasus Bibit Unggul (padi) yang dimana di dalamnya SBY tertipu secara mentah-mentah. Bagi saya partai yang mengandalkan hanya pada satu figur, bukanlah partai yang sehat. Kecenderungan otoriterisme dari sang pemimpin bisa saja muncul jika menjadi mayoritas. Itu tidak sehat buat demokrasi.
Bagaimana dengan GOLKAR? Golkar punya track record yang kurang bagus pada masa orde baru. Partai ini dibesarkan dan menjadi alat kendaraan berpolitik pak Harto. Pada masa itu kebijakan GOLKAR adalah kebijakan Pak Harto. Tapi semenjak Akbar Tanjung mengamil alih jabatan ketua partai pada tahun 1999 terjadi dinamika perpolitikan yang cantik di partai ini. Hanya karena stigma orde baru begitu kental, maka pada pemilu 1999 partai ini kalah oleh PDIP tapi berhasil menjadi pemenang secara nasional pada pemilu 2004. Dalam penilian saya, terlepas dari masa lalu, Golkar adalah partai yang di dalamnya paling banyak tokoh-tokoh profesional dibandingkan dengan partai-partai lainnya. Orang-orang yang secara pengalaman telah tertempa di pemerintahan dan dunia profesional lainnya. Dan ada satu 'kebijakan' baru pemerintahan SBY yang saya saluti yaitu terpenuhinya anggaran pendidikan nasional sebesar 20% dari APBN. Saya melihat peran partai Golkar di sini cukup besar (karena menjadi mayoritas di DPR)
Bagaimana dengan PAN? wah-wah kok partai ini kebanyakan caleg-nya artis ya? apa PAN = Partai Artis Nasional? aneh.
Gerindra dan Hanura? Saya tidak cukup tahu tentang kedua partai ini. Yang saya tahu bahwa Gerindra sepertinya modalnya kenceng, iklan-iklannya tidak ada habisnya. Fikiran saya kalau berhasil apa tidak menghitung ROI-nya ya? Hanura? no comment. Tapi kurang begitu suka dengan figur Wiranto.
Jadi partai apa ya yang akan saya pilih? Saya masih tetep bingung. Ada selintasan di fikiran apa 'golput aja ya..', tapi masa saya tidak memilih, kalau tidak memilih berarti saya tidak ikut menanam dong.
Tiba-tiba ditengah kebingungan hari selasa (7 April 2009) istri menelpon. Katanya semua panitia sudah mengirimkan undangan untuk melakukan 'pencontrengan' dan anehnya kata istri saya, nama saya tidak ada. Saya termasuk orang yang tidak mendapatkan undangan dari panitia pemungutan suara. Padahal istri saya dapat. Aneh kata saya. Mungkin undangan saya tertinggal di kampung yang lama. Saya telpon ibu di rumah, menanyakan apakah undangan untuk saya ada. Kata kaka yang menerima telpon, semua keluarga ada kecuali saya. Weleh..sepertinya gerentasan saya untuk golput jadi kenyataan.
Sesampainya di rumah saya bercanda sama istri saya, saya bingung sama negara ini, apa segi administrasi kenegaraan yang kurang sehingga menghalangi saya untuk ikut memilih di pemilu kali ini. Akte kelahiran saya punya, surat nikah saya punya, kartu keluarga saya punya, KTP saya punya, NPWP saya punya, tiap bulan saya bayar pajak (walaupun pada kenyataannya dibayarkan oleh perusahaan). Pantes saja banyak yang mempertanyakan validatas data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu kali ini. Sebagai warga negara yanb baik (ceilah warga negara yang baik) sepertinya hak-hak saya tidak dihargai dalam pemilu kali ini. Tapi syukurlah saya juga bingung kalo harus memilih partai...Jadi klop deh kalau begitu :)
Pilihan berat jatuh kepada PKS. Oleh karena itu saya menelusuri jejak partai ini di internet. Partai ini dikenal bersih, setidaknya sampai saat ini belum ada tokohnya yang terjerat kasus tertentu. Tapi setelah browsing-browsing di internet dan beberapa pertanyaan yang saya ajukan pada diri sendiri saya menjadi ragu untuk menjadi pemilih PKS. Keragu-raguan tersebut meliputi hal-hal berikut :
Pertama, mantan presiden PKS (HNW) menjabat sebagai ketua MPR untuk periode 2004-2009, tapi apa terobosan yang dilakukan MPR selama periode tersebut. NIHIL. Bandingkan dengan Pak Amin Rais saat menjabat sebagai ketua MPR!
Kedua, sepak terjang PKS selama periode 2004-2009 tidak terlihat jelas. Apa saja terobosan-terobosan yang dilakuakn PKS di Senayan? Berupaya sungguh-sungguh untuk mengungkap kasuks BLBI? saya pikir tidak. Membela korban Lapindo? TIDAK PERNAH TERDENGAR. Sepak terjang PKS saya nilai masih sektarian. Hanya menonjolkan isu-isu yang sifatnya murni 'keagamaan' seperti Perda syari'at, RUU APP, solidaritas terhadap palestina dengan cara melakukan simpati dan dukungan luar biasa terhadap HAMAS. Disini saya belum melihat universalisme Islam yang saya pahami. Keislaman warga PKS saya pikir memisahkan kotak antara 'kita' dan 'mereka'. Saya melihat pada kenyataannya eklusifisme menjadi anutan moral mayoritas warga PKS. Dalam hal ini iklan 'PKS=Partai Kita Semua' berusaha menutupi kenyataan ini. PKS ingin lebih mendekatkan diri kepada objek-objek (saya sengaja memilih kata 'objek' bukan 'subjek') pemilih.
Ketiga, ini flashback sewaktu saya masih kuliah dulu. Saya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan dengan sesama kawan-kawan sefakultas yang muslim. Temanya pengajian. Tapi aneh, setelah hadir saya kira yang di undang itu semua, ternyata hanya orang-orang tertentu. Saya protes kenapa tidak semua di undang, bukankah temen-temen yang lain kita juga sesama muslim? Penjelasan apa yang saya dapat? Keekslusifan. 'Kita adalah orang-orang terpilih dan berbanggalah menjadi orang-orang terpilih tersebut'. Semenjak saat itu saya hanya bisa menghadiri undangan-undangan mereka (karena menghadiri undangan itu katanya hukumnya wajib) tapi tidak sependapat dengan mereka dalam banyak hal. Itu langsung saya tunjukkan dengan mendukung orang-orang yang berada di tengah saat pencalonan ketua senat di Fakultas. Walau orang yang saya dukung kalah, saya puas. Saya perjuang untuk nilai-nilai keuniversalan yang lebih tinggi (setidaknya itulah penilaian saya). Perlu diketahui dominasi kelompok tarbiyah di kampus saya sangat dominan. Kehidupan perpolitikan dikampus dikuasai oleh kelompok ini (kira-kira 95%). Walaupun melihat track record di kampus tersebut, jujur pada pemilu 2004 yang lalu saya memilih PKS, karena selain terkenal bersih orang-orangnya saya juga ingin mengetahui sepak terjang mereka di DPR/MPR. Dan hasilnya 'MENGECEWAKAN'.
Jadilah saya ragu untuk memilih PKS. Lantas partai apa yang akan saya pilih, PDIP, PD, GOLKAR, PAN, GERINDRA atau HANURA? Tokoh PPP saya tidak kenal. Apalagi PBR atau partai-partai lainnya. Bagaimana dengan PDIP? Ah partai ini menurut saya diisi oleh orang-orang oportunis. Hanya mengandalkan figur Megawati. Para pemilihnya bukan pemilih rasional. Tapi pemilih fanatik karena kecintaan belaka. Mengaku partai wong cilik tapi selama Megawati memerintah apa yang telah ia lakukan untuk wong cilik? Apakah pendidikan gratis? Apakah sembako murah? Apakah rumah sakit mudah melayani orang-orang dari kalangan pendukung partai ini? semua sudah tau. Jawabannya adalah TIDAK. Yang terjadi justru sebaliknya. Aset-aset negara melayang kepada asing dan yang paling kerasa 'stupid'nya adalah penjualan indosat ke anak perusahaan singtel.
Bagaimana dengan PD? figur partai ini sama seperti PDIP. Terlalu mengandalkan dan bergantung pada sosok SBY. Cuman bedanya para pemilih SBY lebih sehat daripada para pemilih Megawati. Mereka memilih sudah dengan pertimbangan-pertimbangan tidak dengan fanatik buta seperti pemilih megawati. Tapi ada beberapa 'catatan buruk' saya terhadap SBY yaitu kasus Blue Energi dan Kasus Bibit Unggul (padi) yang dimana di dalamnya SBY tertipu secara mentah-mentah. Bagi saya partai yang mengandalkan hanya pada satu figur, bukanlah partai yang sehat. Kecenderungan otoriterisme dari sang pemimpin bisa saja muncul jika menjadi mayoritas. Itu tidak sehat buat demokrasi.
Bagaimana dengan GOLKAR? Golkar punya track record yang kurang bagus pada masa orde baru. Partai ini dibesarkan dan menjadi alat kendaraan berpolitik pak Harto. Pada masa itu kebijakan GOLKAR adalah kebijakan Pak Harto. Tapi semenjak Akbar Tanjung mengamil alih jabatan ketua partai pada tahun 1999 terjadi dinamika perpolitikan yang cantik di partai ini. Hanya karena stigma orde baru begitu kental, maka pada pemilu 1999 partai ini kalah oleh PDIP tapi berhasil menjadi pemenang secara nasional pada pemilu 2004. Dalam penilian saya, terlepas dari masa lalu, Golkar adalah partai yang di dalamnya paling banyak tokoh-tokoh profesional dibandingkan dengan partai-partai lainnya. Orang-orang yang secara pengalaman telah tertempa di pemerintahan dan dunia profesional lainnya. Dan ada satu 'kebijakan' baru pemerintahan SBY yang saya saluti yaitu terpenuhinya anggaran pendidikan nasional sebesar 20% dari APBN. Saya melihat peran partai Golkar di sini cukup besar (karena menjadi mayoritas di DPR)
Bagaimana dengan PAN? wah-wah kok partai ini kebanyakan caleg-nya artis ya? apa PAN = Partai Artis Nasional? aneh.
Gerindra dan Hanura? Saya tidak cukup tahu tentang kedua partai ini. Yang saya tahu bahwa Gerindra sepertinya modalnya kenceng, iklan-iklannya tidak ada habisnya. Fikiran saya kalau berhasil apa tidak menghitung ROI-nya ya? Hanura? no comment. Tapi kurang begitu suka dengan figur Wiranto.
Jadi partai apa ya yang akan saya pilih? Saya masih tetep bingung. Ada selintasan di fikiran apa 'golput aja ya..', tapi masa saya tidak memilih, kalau tidak memilih berarti saya tidak ikut menanam dong.
Tiba-tiba ditengah kebingungan hari selasa (7 April 2009) istri menelpon. Katanya semua panitia sudah mengirimkan undangan untuk melakukan 'pencontrengan' dan anehnya kata istri saya, nama saya tidak ada. Saya termasuk orang yang tidak mendapatkan undangan dari panitia pemungutan suara. Padahal istri saya dapat. Aneh kata saya. Mungkin undangan saya tertinggal di kampung yang lama. Saya telpon ibu di rumah, menanyakan apakah undangan untuk saya ada. Kata kaka yang menerima telpon, semua keluarga ada kecuali saya. Weleh..sepertinya gerentasan saya untuk golput jadi kenyataan.
Sesampainya di rumah saya bercanda sama istri saya, saya bingung sama negara ini, apa segi administrasi kenegaraan yang kurang sehingga menghalangi saya untuk ikut memilih di pemilu kali ini. Akte kelahiran saya punya, surat nikah saya punya, kartu keluarga saya punya, KTP saya punya, NPWP saya punya, tiap bulan saya bayar pajak (walaupun pada kenyataannya dibayarkan oleh perusahaan). Pantes saja banyak yang mempertanyakan validatas data Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pemilu kali ini. Sebagai warga negara yanb baik (ceilah warga negara yang baik) sepertinya hak-hak saya tidak dihargai dalam pemilu kali ini. Tapi syukurlah saya juga bingung kalo harus memilih partai...Jadi klop deh kalau begitu :)
Langganan:
Postingan (Atom)